Editorial
22 May 2018

Berpuasa Bagi Ibu Hamil Muda, Amankah?



Menjalani puasa di bulan Ramadhan tentu menjadi keinginan seluruh umat muslim. Tidak menutup kemungkinan juga untuk ibu hamil yang ingin berpuasa sebagai bentuk menjalankan ibadah walaupun sebenarnya pada saat hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Di dalam agama islam, berpuasa berarti menahan lapar dan dahaga sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Puasa bagi ibu hamil sebenarnya dapat digantikan di hari lain atau  dapat digantikan dengan  membayar uang fidyah kepada orang yang kurang mampu. Namun, berpuasa bagi ibu hamil masih bisa dilakukan dengan memperhatikan kondisi sang ibu.

Ibu hamil tidak dianjurkan untuk berpuasa pada trimester pertama kehamilan. Trimester pertama kehamilan merupakan masa yang sangat penting dimana terjadi pembentukan plasenta dan alat tubuh pada janin,  karenanya dibutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Di masa ini pula, para calon ibu seringkali mengalami keluhan seperti mual, pusing, lemas, dan muntah yang akan memperberat kondisinya jika berpuasa.

Untuk ibu yang kehamilannya berada di trimester kedua dan ketiga diperbolehkan untuk berpuasa. Meski diperbolehkan, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan jika ingin berpuasa, terutama bagi ibu hamil yang sudah menderita penyakit tertentu seperti diabetes, anemia, penyakit ginjal atau lainnya sebelum hamil. Ibu hamil harus tetap memperhatikan asupan makanan yang baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya pada saat sahur dan berbuka. Makan makanan yang mengandung banyak karbohidrat, protein, mineral dan dilengkapi susu agar kebutuhan gizi terpenuhi.

Ibu hamil sebaiknya segera menemui dokter apabila ditemukan tanda dehidrasi seperti rasa haus yang sangat, menjadi jarang berkemih dan urin berwana gelap. Dehidrasi dapat menimbulkan infeksi saluran kemih dan komplikasi lainnya. Perhatikan juga apakah ibu hamil mengalami sakit kepala atau nyeri pada bagian tubuh lain, merasa lemas serta demam serta mual dan muntah. Ibu hamil sebaiknya juga memperhatikan pergerakan janin, jika gerakannya berkurang atau tidak menendang sebanyak biasanya sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Perhatikan juga berat badan ibu sebelum dan ketika sedang menjalani puasa. Penurunan berat badan yang signifikan dapat meningkatkan risiko pada janin. Pertahankan berat badan dan lakukan konsultasi dengan dokter atau bidan sesuai jadwal. Disarankan juga bagi ibu hamil untuk tidak memaksakan diri berpuasa, dengan melakukannya berselang-seling.

Pada dasarnya, puasa bagi ibu hamil tidak mengganggu pertumbuhan janin sepanjang sang ibu memperhatikan menu yang dikonsumsi pada saat sahur dan buka puasa. Jangan memaksakan diri untuk berpuasa jika kondisi sang ibu hamil memang benar-benar tidak mampu.